Transmetronews.com /Sukabumi – Meski menghadapi pemangkasan anggaran Dana Desa, Pemerintah Desa (Pemdes) Kompa, Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, tetap menunjukkan komitmennya kepada masyarakat. Melalui kegiatan silaturahmi yang digelar di aula desa pada Selasa (17/3/2026), Pemdes Kompa menyalurkan insentif dan bingkisan Lebaran kepada ratusan lembaga kemasyarakatan desa.
Pemerintah Desa Kompa, Kecamatan Parungkuda, Kabupaten ukabumi, Jawa Barat, menyalurkan insentif dan bingkisan Hari Raya Idul Fitri 1447 H kepada lebih d ari 600 penerima dari berbagai unsur lembaga kemasyarakatan desa (LKD), tokoh masyarakat, hingga unit seperti BUMDes dan sanggar seni.
Penyaluran dilakukan secara simbolis oleh Kepala Desa Kompa, Yulianti, dalam kegiatan yang juga diisi dengan sosialisasi perubahan anggaran Dana Desa tahun 2026.
Dalam keterangannya, Yulianti menjelaskan bahwa kegiatan t ersebut mencakup tiga agenda utama, yakni sosialisasi perubahan anggaran, pembagian insentif tahunan, serta penyerahan bingkisan Lebaran.
“Pertama, kita sosialisasi terkait perubahan anggaran Dana Desa. Kedua, pembagian insentif yang setiap tahun s elalu kita berikan. Walaupun anggaran dipotong, alhamdulillah masih bias kita salurkan kepada RT, RW, dan lembaga lainnya,” ujarnya.
Ia menambahkan, selain insentif, pihak desa juga memberikan bingkisan Lebaran sebagai bentuk perhatian kepada masyarakat.
“Ketiga, kita membagikan kadeudeuh atau bingkisan Hari Raya Idul Fitri dari Pemerintah Desa Kompa, yang dari PAD desa,” kata Yulianti.
Secara keseluruhan, jumlah penerima cukup besar. Untuk LKD saja tercatat sebanyak 265 orang, sementara jika digabung dengan tokoh masyarakat, BUMDes, dan lembaga lainnya, total penerima mencapai sekitar 400 orang lebih. Dengan tambahan unsur lainnya, j umlah penerima d iperkirakan melampaui 600 orang.
Yulianti menyebutkan bahwa bingkisan tersebut berasal dari Pendapatan Asli Desa (PAD) yang dihimpun dari berbagai sumber, termasuk pengelolaan desa dan kontribusi BUMDes.
“Berkat kerja keras pengelola dan BUMDes, walaupun tidak besar, kami tetap bias berbagi,” ujarnya.
Di tengah keterbatasan anggaran, Yulianti juga menyampaikan harapannya agar seluruh elemen masyarakat tetap semangat mendukung jalannya pemerintahan desa.
Ia mengakui bahwa ke depan durasi pemberian insentif kemungkinan tidak akan penuh selama satu tahun akibat kondisi keuangan desa.

“Kami tidak tahu apakah insentif ini bias berjalan enam bulan, delapan bulan, atau satu tahun. Kemungkinan besar tidak sampai satu tahun. Tapi kami berharap masyarakat tetap semangat dan RT/RW tetap focus membantu program desa,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa keterbatasan anggaran tidak boleh menjadi penghalang bagi jalannya roda pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat.
“Pemerintahan harus tetap berjalan walaupun dengan anggaran seadanya. Tidak terpaku besar atau kecil, kita tetap semangat,” tegasnya.
Pemdes Kompa juga berharap adanya perhatian dari pemerintah pusat terkait kebijakan anggaran desa ke depan, mengingat masih banyak program pembangunan yang belum terealisasi.
Menurut Yulianti, sejumlah pekerjaan rumah masih menanti, terutama pembangunan dan perbaikan infrastruktur dasar seperti jalan desa dan gedung Posyandu.
“Masih banyak PR, seperti jalan yang harus dibenahi dan pembangunan gedung Posyandu. Ada beberapa yang kondisinya sudah tidak layak dan perlu segera diperbaiki,” jelasnya.
Ia menambahkan, berdasarkan hasil Musyawarah Perencanaan (Musrenbang), pada tahun 2026 Desa Kompa menargetkan pembangunan serta perbaikan sejumlah fasilitas Posyandu.
“Kita targetkan pembangunan Posyandu yang memang sudah sangat tidak layak, serta perbaikan beberapa lainnya yang mengalami kerusakan seperti atap bocor dan kondisi bangunan yang kurang layak,” pungkasnya.
Di tempat yang sama salah satu dari LKD ketua ( LPM ) ujang kumis membenarkan bahwa hari ini kami menerima bingkisan lebaran dan insentif dan saya berterima kasih kepada pemerintah Desa,”tuturnya . (B.SURYA)